Mendaki gunung dan susur rimba adalah kegiatan positif yang banyak di
sukai. Tentu hal tersebut juga memerlukan peralatan yang memadai dan
berfungsi untuk keamanan dan kenyamanan pendakian. Ada banyak tips untuk
menerapkan peralatan pendakian gunung yang baik dan nantinya bisa
memilih jika kita hendak membelinya di toko - toko outdoor, seperti matras, tenda, sleeping bag, ransel dan lain - lain. Dibawah ini sedikit tips jika anda hendak membeli peralatan pendakian gunung.
Tips membeli sleeping bag.
* Perhatikan kapan dan dimana sleeping bag tersebut akan sering digunakan. Belilah sleeping bag yang akan digunakan pada kondisi cuaca yang sering di hadapi.
* Perhatikan aktivitas yang dilakukan dengan sleeping bag ini. Jika
mendaki gunung saat musim hujan, pertimbangkan untuk membawa sleeping
bag yang berbahan sintetis. Jika berat yang menjadi masalah, pilihlah
sleeping bag yang berbahan down atau bulu angsa.
* Perhatikan budget anda. Jika punya uang lebih, tidak ada salahnya
untuk membeli sleeping bag keluaran pabrik yang memang sudah teruji
kualitasnya dan pastinya awet.
* Untuk yang sering kedinginan maka pilihlah yang hangat dan jika untuk
yang susah tidur carilah sleeping bag dengan ruang dalamnya yang cukup
lega.
* Periksalah setiap toko alat gunung dan lakukanlah sedikit penelitian.
Lihat dan rasakan bahan material lapisan dalam beberapa sleeping bag
yang berbeda. Lihat jahitan dan bahan lapisan luarnya.
* Jangan sungkan - sungkan untuk membuka gulungan sleeping bag jika masih dalam keadaan tergulung dan lihat bagian dalamnya.
Tips membeli ransel
* Jika memungkinkan, cobalah dulu sebelum membelinya. Anda bisa mencari info dari teman yang sudah pernah membelinya.
* Kapasitas ransel dirancang sesuai style perjalanan, tinggi tubuh
pengguna dan juga lamanya perjalanan. Belilah dengan berbagai ukuran
agar si penyewa bisa menyesuaikan sendiri.
* Cobalah selalu back system ransel yang akan dibeli. Jika anda tidak
mengerti cara mengatur back system yang sesuai dengan tubuh, mintalah
petugas toko untuk melakukannya.
* Cobalah beberapa ransel keluaran pabrik yang berbeda untuk melakukan
perbandingan. Belilah ransel yang sesuai dan pas dengan tubuh. Hindari
membeli ransel yang mempunyai kapasitas melebihi ukuran tubuh.
Tips membeli tenda.
* Apakah tenda tersebut mempunyai ketahanan terhadap air dan stabilitas terhadap kondisi cuaca buruk yang akan dihadapi?
* Apakah ruangnya cukup bagi pengguna beserta peralatannya?, berdasarkan
kapasitasnya ( masuklah kedalam tenda dan pastikan ruangnya cukup bagi
pengguna dan peralatannya ).
* Apakah mudah untuk didirikan? ( jangan hanya mendengarkan omongan
penjualnya, suruh mereka mendemonstrasikan cara mendirikannya ).
* Jika dibutuhkan, apakah vestibule ( teras depan ) cukup lebar? (
bayangkan jika vestibule kecil dan basah dengan kompor yang tengah
menyala )
* Apakah pintunya cukup untuk akses dan apakah mempunyai jendela atau ventilasi lainnya?, apakah bisa ditutup rapat?
* Perhatikan dengan seksama material atau bahan tenda. Perhatikan juga waterproofing dari flysheet-nya.
* Perhatikan jahitan dan sambungan pada tenda. Apakah jahitannya tidak
lepas?, juga apakah pada setiap jahitan sambungan tersebut diberikan
lapisan waterproof?.
TIPS SAAT DI ALAM BEBAS DENGAN PERALATAN
Pilih Barang yang Dapat Berfungsi Ganda
Contoh : Nesting ( tempat memasak untuk tentara ), bisa digunakan
untuk memasak juga untuk tempat makan maupun menyimpan alat-alat
mendaki. Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk
membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat
hingga tidak memakan tempat di ransel.
Matras
Sebisa mungkin matras disimpan di dalam ransel jika akan pergi ke lokasi
yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru, agar
tidak mengganggu perjalanan.
Kantung Plastik
Selalu siapkan kantung plastik / trash bag di dalam ransel anda. Gunakan
selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang-barang di dalam
ransel anda ( dapat dikelompokkan masing - masing pakaian, makanan dan
item lainnya ), ini untuk mempermudah jika sewaktu - waktu anda ingin
memilih pakaian, makanan dsb.
Menyimpan Pakaian
Jika anda meragukan ransel yang anda gunakan kedap air atau tidak,
selalu bungkus pakaian anda di dalam kantung plastik, gunanya agar
pakaian tidak basah dan lembab. Pisahkan pakian bersih dan kotor.
Menyimpan Makanan
Sebaiknya makanan dikelompokkan sesuai ketahanan / awetnya makanan
disimpan. Untuk makanan yang tidak terlalu tahan lama, sebaiknya
dibungkus dengan rapat atau di tempatkan memakai perlakuan khusus.
Pilihlah makanan yang bervariasi tetapi mudah dan cepat dalam penyajian.
Menyimpan Korek Api Batangan
Simpan korek api batangan anda di dalam bekas tempat film ( photo ), agar korek api anda selalu kering.
Packing Barang / Menyusun Barang Di Ransel
Selalu simpan barang yang paling berat di posisi atas, gunanya agar pada
saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak anda dan bukan
di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung
maupun saat turun nantinya.
Obat- obatan
Ada kalanya penting juga untuk membawa obat-obatan P3K, atau obat - obat
pribadi dalam kantung atau tempat yang mudah terjangkau, karena jika
kita mengalami keadaan yang darurat obat itu mudah untuk ditemukan semua
orang.
Minuman beralkohol
Sebaiknya tidak dibawa. Sering kali orang ditempat dingin membutuhkan
minuman yang hangat, akan tetapi minuman beralkohol bukan pilihan yang
tepat disana. Oleh karena minuman tersebut dapat memicu pecahnya kapiler
darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
Manajemen Pendakian
Ada baiknya sebelum memulai pendakian, anda mencari informasi jalur dan
angkutan serta info - info penting lainnya pada para pendaki yang pernah
berkunjung kesana, karena hal itu akan sangat berguna untuk persiapan
pendakian berkaitan dengan buget ( dana ), alat dan perlengkapan yang
akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan paling cepat, berapa
lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan anda siapkan,
berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting
mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di
perkotaan, sehingga jika terjadi hal - hal yang di luar kendali kita,
paling tidak kita ada persiapan sebelumnya.
Cahaya / Lampu
Benda ini sifatnya sangat vital, tetapi kadang kurang diperhatikan. Ada
baiknya kita membawa cadangan sumber cahaya di gunung. Bisa memakai
senter ataupun penerangan konvensional semacam lilin ataupun lampu
minyak.
Jas Hujan
Perlengkapan satu ini mutlak dibawa walaupun tidak musim hujan, karena
perlengkapan ini mempunyai banyak fungsi di gunung. Selain dipakai saat
hujan tiba, jas hujan dapat juga digunakan sebagai tenda darurat ( bivak
), alas tidur darurat, atap darurat, selimut darurat, juga bisa dipakai
sebagai unsur penting tandu darurat. Jadi jangan sepelekan perlengkapan
yang satu ini
sumber : http://www.belantaraindonesia.org/2011/01/alat-pendakian-gunung.html
Selasa, 27 November 2012
BADAN Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Jayapura, Papua,
menyatakan, kerusakan lingkungan makin mengkhawatirkan pada berbagai
komponen ekosistem, seperti sungai, mangrove, hutan, pencemaran air,
sampai kerusakan padang lamun. Sekretaris BLHD Jayapura, Betty Kailola
di Jayapura, Kamis(16/8/12) mengatakan, mayoritas pencemaran air,
terutama di daerah padat penduduk. Kondisi ini, tidak hanya
membahayakan kesehatan juga mengancam keberlanjutan sumber daya hayati.
“Pencemaran lingkungan terus meningkat upaya pencegahan minim,” katanya.
Janviter
Manalu, Peneliti Lingkungan mengatakan, beberapa sungai di Jayapura,
tercemar dengan parameter tertentu seperti fosfat rata-rata 1,15 mg/1.
Nilai ini di atas baku mutu, 50 mg. Amonia rata-rata 64,9 mg/1, di
atas baku mutu, 10 mg/1.
Dua sungai di Jayapura, yang mengalami pencemaran parah Kali Acai dan Kali Entrop. Kali Acai, tercemar sampah yang banyak mengandung melamin. Melamin dari wadah makan dan minuman plastik bisa bereaksi dengan panas. Ia bisa menyebabkan keracunan dan karsinogen (penyebab kanker).
Frans Asmuruf, Peneliti Lingkungan dari BLHD Jayapura mengatakan, Kali Entrop memprihatinkan. “Kami temukan logam berat disana. Cukup banyak tumpukan organik dalam kali.”
Curah hujan tinggi juga menyebabkan luapan air yang berbuntut banjir di sejumlah tempat. Tanah longsor juga terjadi saat hujan. Apolos Safanpo, Dosen Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih mengungkapkan, saat ini Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura, tak mengetahui berapa titik hujan di kota ini. Sejak tahun 1980-an, pemerintah Belanda membangun pos pen air hujan di sejumlah titik yang dianggap sering hujan. Kala itu, ada 70 pos. Kini, hanya ada dua pos.
Pos pencatat hujan minim. Jadi, jika hendak membangun, tidak tahu mana tempat rawan hujan dan mana tidak. Pembangunan samarata. “Buntutnya, kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana akibat hujan,” ucap Apolos.
Guna menanggulangi masalah ini, BLHD bekerja sama dengan Wiratama Konsolido menggelar penelitian tentang kerusakan lingkungan. Kedua lembaga ini akan merinci jenis-jenis kerusakan lingkungan yang terjadi.
Dua sungai di Jayapura, yang mengalami pencemaran parah Kali Acai dan Kali Entrop. Kali Acai, tercemar sampah yang banyak mengandung melamin. Melamin dari wadah makan dan minuman plastik bisa bereaksi dengan panas. Ia bisa menyebabkan keracunan dan karsinogen (penyebab kanker).
Frans Asmuruf, Peneliti Lingkungan dari BLHD Jayapura mengatakan, Kali Entrop memprihatinkan. “Kami temukan logam berat disana. Cukup banyak tumpukan organik dalam kali.”
Curah hujan tinggi juga menyebabkan luapan air yang berbuntut banjir di sejumlah tempat. Tanah longsor juga terjadi saat hujan. Apolos Safanpo, Dosen Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih mengungkapkan, saat ini Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura, tak mengetahui berapa titik hujan di kota ini. Sejak tahun 1980-an, pemerintah Belanda membangun pos pen air hujan di sejumlah titik yang dianggap sering hujan. Kala itu, ada 70 pos. Kini, hanya ada dua pos.
Pos pencatat hujan minim. Jadi, jika hendak membangun, tidak tahu mana tempat rawan hujan dan mana tidak. Pembangunan samarata. “Buntutnya, kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana akibat hujan,” ucap Apolos.
Guna menanggulangi masalah ini, BLHD bekerja sama dengan Wiratama Konsolido menggelar penelitian tentang kerusakan lingkungan. Kedua lembaga ini akan merinci jenis-jenis kerusakan lingkungan yang terjadi.
Rabu, 03 Oktober 2012
Struktur Kepengurusan Nebula Indonesia 2012/2013
Salam Lestari !!!
Berdasarkan rapat pada tanggal 30 September 2012 maka dengan ini kami mengumumkan :
Struktur Kepengurusan Nebula Indonesia 2012/2013
1. Pembina : Untung Sri Harjanto
2. Dewan Pembina : a. Kang Aris
b. Mas Tedy
c. Mba Ririn
3. Dewan Pengawas : a. Muhamad Kurnia
b. R.B. Satria
c. Nugraha Sigit Pranowo
4. Ketua : Yusuf Isyrin H.
5. Sekretaris : Nurul Chasanah
6. Bendahara : Indah Maya Utami
7. Divisi P.A. : a. Candra Putra P.
b. Sekti Wibowo
c. Andrian Noor Salim
d. Tri Haryanto
8. Divisi Sosmas : a. Farrach Erningrum
b. Aldino Salam
c. Ariawan Wisnu
9. Divisi Humas : a. Febrian Satya A.
b. Tegar Manu D.
c. Mba Ririn
3. Dewan Pengawas : a. Muhamad Kurnia
b. R.B. Satria
c. Nugraha Sigit Pranowo
4. Ketua : Yusuf Isyrin H.
5. Sekretaris : Nurul Chasanah
6. Bendahara : Indah Maya Utami
7. Divisi P.A. : a. Candra Putra P.
b. Sekti Wibowo
c. Andrian Noor Salim
8. Divisi Sosmas : a. Farrach Erningrum
b. Aldino Salam
c. Ariawan Wisnu
9. Divisi Humas : a. Febrian Satya A.
b. Tegar Manu D.
Rabu, 11 Juli 2012
SISTEM INFORMASI BERBASIS KARAKTER
PENDAHULUAN
Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem.
PEMBAHASAN
Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer
Implementasi sistem informasi berbasis komputer merupakan aktivitas yang berskala luas yang melibatkan orang dan fasilitas yang banyak, uang dan peralatan dalam jumlah yang besar, dan waktu yang panjang.Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer juga mempunyai manfaat, yaitu:
- Memberikan dasar pengontrolan.
- Mendefinisikan lingkup proyek;
- Mengatur urutan tugas;
- Mengetahui bidang masalah yang potensial;
System Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan system informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Berbagai metodologi SLC telah dikembangkan untuk memandu proses yang terlibat termasuk model air terjun (asli metode SLC), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD), maka air mancur model dan spiral model.Umumnya, beberapa model digabungkan ke dalam beberapa jenis hibrida metodologi. Dokumentasi sangat penting berapapun jenis model dipilih atau dibuat untuk setiap aplikasi, dan biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan. Beberapa metode kerja lebih spesifik untuk jenis proyek, tetapi dalam analisis terakhir, faktor yang paling penting bagi keberhasilan suatu proyek dapat seberapa dekat rencana tertentu diikuti.
Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikansegala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
- Fase Perencanaan
- Fase Analisis
- Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru. Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).
- Fase Implementasi
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem. Dalam tahap ini, desain yang sudah diterjemahkan ke dalam kode.Program komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau aplikasi generator. Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers digunakan untuk menghasilkan kode. Berbagai bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C, C ++, Pascal, Java digunakan untuk coding. Sehubungan dengan jenis aplikasi, hak bahasa pemrograman yang dipilih.
- Fase Operasi
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
Pada fase 1-3 adalah siklus hidup pengembangan system. Tahap 4 adalah tahap penggunaan (implementasi) yang berlangsung hingga tiba waktunya untuk merancang system itu kembali jika diperlukan. Proses merancang kembali akan mengakibatkan berulangnya siklus hidup sistem secara keseluruhan.
Prototyping
Prototip memberikan ide kepada pembangun dan calon pemakai mengenai system dalam bentuk lengkapnya nanti akan berfungsi.Proses prototip disebut prototyping dan dalam hal ini paling cocok diterapkan untuk situasi dimana pemakai tidak mengetahui sepenuhnya mengenai apa yang ia inginkan.Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan prototipe disebut dengan Prototyping.
Jenis-Jenis Prototipe
sistem operasional®Prototipe jenis I
Prototipe jenis II sbg ceak biru bagi sistem operasional®
PENGEMBANGAN PROTOTIPE JENIS I
1. Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai
2. Mengembangkan prototipe
3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima
4. Menggunakan prototipe
MENGEMBANGKAN PROTOTIPE JENIS II
4. Mengkodekan sistem operasional
5. Menguji sistem operasional
6. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
7. Menggunakan sistem operasional
Daya Tarik Prototyping
• Komunikasi ant. Analis sistem dan pemakai baik
• Analis dpt bekerja lebih baik
• Pamakai berperan aktif
• Spesialis informasi dan pemakai efisien dlm waktu
• Penerapan menjadi mudah
Potensi Kegagalan Prototyping
• Tergesa-gesa dlm mendefinisikan mslh, evaluasi alternatif dokumentasi
• Mengharapkan sesuatu yg tdk realistis dr sistem operasional
• Prototipe jenis I tdk seefisiensi sistem yg dikodekan dlm bhs program
• Hubungan komp-manusia tdk mencerminkan tek.perancangan yg baik
Penerapan yg Berprospek Baik untuk Prototyping
• Risiko tinggi
• Interaksi pemakai penting
• Jumlah pemakai banyak
• Penyelesaian yg cepat diperlukan
• Perkiraan tahap penggunaan sistem yg pendek
• Sistem yg inovatif
• Perilaku pemakai yg sukar ditebak
Minggu, 01 Juli 2012
DATA GUNUNG MERBABU
Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.
Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570
pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian
lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter
di atas permukaan air laut.
Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Jalur Pendakian
Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian.
Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus
diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat
namun homogen (hutan tumbuhan runjung, yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau survival), serta ketiadaan sumber air. Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan.
Kopeng Thekelan
Dari Jakarta bisa naik kereta api atau bus ke Semarang, Yogya, atau
Solo. Dilanjutkan dengan bus jurusan Solo-Semarang turun di kota
Salatiga, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng. Dari Yogya naik bus ke
Magelang, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng. Dari kopeng terdapat
banyak jalur menuju ke Puncak, namun lebih baik melewati desa tekelan
karena terdapat Pos yang dapat memberikan informasi maupun berbagai
bantuan yang diperlukan. Pos Tekelan dapat ditempuh melalui bumi
perkemahan Umbul Songo.
Di bumi perkemahan Umbul Songo Anda dapat beristirahat menunggu malam
tiba, karena pendakian akan lebih baik dilakukan malam hari tiba
dipuncak menjelang matahari terbit. Andapun dapat beristirahat di Pos
Thekelan yang menyediakan tempat untuk tidur, terutama bila tidak
membawa tenda. Dapat juga berkemah di Pos Pending karena di tiga tempat
ini kita bisa memperoleh air bersih.
Masyarakat di sekitar Merbabu mayoritas beragama Budha sehingga akan
kita temui beberapa Vihara di sekitar Kopeng. Penduduk sering melakukan
meditasi atau bertapa dan banyak tempat-tempat menuju puncak yang
dikeramatkan. Pantangan bagi pendaki untuk tidak buang air di Watu Gubug
dan sekitar Kawah. Juga pendaki tidak diperkenankan mengenakan pakaian
warna merah dan hijau.
Pada tahun baru jawa 1 suro penduduk melakukan upacara tradisional di
kawah Gn. Merbabu. Pada bulan Sapar penduduk Selo (lereng Selatan
Merbabu) mengadakan upacara tradisional. Anak-anak wanita di desa
tekelan dibiarkan berambut gimbal untuk melindungi diri dan agar
memperoleh keselamatan. Perjalanan dari Pos Tekelan yang berada di
tengah perkampungan penduduk, dimulai dengan melewati kebun penduduk dan
hutan pinus. Dari sini kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat
indah ke arah gunung Telomoyo dan Rawa Pening.
Di Pos Pending kita dapat menemukan mata air, juga kita akan
menemukan sungai kecil (Kali Sowo). Sebelum mencapai Pos I kita akan
melewati Pereng Putih kita harus berhati-hati karena sangat terjal.
Kemudian kita melewati sungai kering, dari sini pemandangan sangat indah
ke bawah melihat kota Salatiga terutama di malam hari.
Dari Pos I kita akan melewati hutan campuran menuju Pos II, menuju
Pos III jalur mulai terbuka dan jalan mulai menanjak curam. Kita mendaki
gunung Pertapan, hempasan angin yang kencang sangat terasa, apalagi
berada di tempat terbuka. Kita dapat berlindung di Watu Gubug, sebuah
batu berlobang yang dapat dimasuki 5 orang. Konon merupakan pintu
gerbang menuju kerajaan makhluk ghaib.
Bila ada badai sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan karena sangat
berbahaya. Mendekati pos empat kita mendaki Gn. Watu tulis jalur agak
curam dan banyak pasir maupun kerikil kecil sehingga licin, angin
kencang membawa debu dan pasir sehingga harus siap menutup mata bila ada
angin kencang. Pos IV yang berada di puncak Gn. Watu Tulis dengan
ketinggian mencapai 2.896 mdpl ini, disebut juga Pos Pemancar karena di
puncaknya terdapat sebuah Pemancar Radio.
Menuju Pos V jalur menurun, pos ini dikelilingi bukit dan tebing yang
indah. Kita dapat turun menuju kawah Condrodimuko. Dan di sini terdapat
mata air, bedakan antara air minum dan air belerang.
Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal
serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan
Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak
Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo (
Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.
Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn.Merapi dengan
puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke
arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sundoro yang kelihatan sangat jelas dan
indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak
Gn.Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn.Lawu
dengan puncaknya yang memanjang.
Menuju Puncak Kenteng Songo ini jalurnya sangat berbahaya, selain
sempit hanya berkisar 1 meter lebarnya dengan sisi kiri kanan jurang
bebatuan tanpa pohon, juga angin sangat kencang siap mendorong kita
setiap saat. Di puncak ini terdapat batu kenteng / lumpang / berlubang
dengan jumlah 9 menurut penglihatan paranormal.
Menuruni gunung Merbabu lewat jalur menuju Selo menjadi pilihan yang
menarik. Kita akan melewati padang rumput dan hutan edelweis, juga
bukit-bukit berbunga yang sangat indah dan menyenangkan seperti di film
India yang sangat menghibur kita sehingga lupa akan segala kelelahan,
kedinginan dan rasa lapar. Disepanjang jalan kita dapat menyaksikan
Gn.Merapi yang kelihatan sangat dekat dengan puncak yang selalu
mengeluarkan Asap.
Kita akan menuruni dan mendaki beberapa gunung kecil yang dilapisi
rumput hijau tanpa pepohonan untuk berlindung dari hempasan angin.
Disepanjang jalur tidak terdapat mata air dan pos peristirahatan. Kabut
dan badai sering muncul dengan tiba-tiba, sehingga sangat berbahaya
untuk mendirikan tenda.
Jalur menuju Selo ini sangat banyak dan tidak ada rambu penunjuk
jalan, sehingga sangat membingungkan pendaki. Banyak jalur yang sering
dilalui penduduk untuk mencari rumput dipuncak gunung, sehingga pendaki
akan sampai diperkampungan penduduk. Sambutan yang sangat ramah dan
meriah diberikan oleh penduduk Selo bagi setiap pendaki yang baru saja
turun Gn.Merbabu. Apabila Anda tidak bisa berbahasa jawa ucapkan saja
terima kasih.
Dari Selo dapat dilanjutkan dengan bus kecil jurusan
Boyolali-Magelang, bila ingin ke yogya ambil jurusan Magelang, dan bila
hendak ke Semarang atau Solo ambil jurusan Boyolali.
Jalur Wekas
Tim Skrekanek yang berjumlah lima orang ( Steve, Sigit, Bowo, Hari,
Bayu) pertengahan Maret 2005 melakukan pendakian Gunung Merbabu melalui
Jalur Wekas. Untuk menuju ke Desa Wekas kita harus naik mobil Jurusan
Kopeng - Magelang turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dari Kopeng,
tepatnya di depan gapura Desa Wekas. Dari Kaponan pendaki berjalan kaki
melewati jalanan berbatu sejauh sekitar 3 Km menuju pos Pendakian.
Jalur ini sangat populer dikalangan para Remaja dan Pecinta Alam kota
Magelang, karena lebih dekat dan banyak terdapat sumber air, sehingga
banyak remaja yang suka berkemah di Pos II terutama di hari libur. Wekas
merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira 6-7
jam. Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapat
lintasan yang datar membentang. Lintasan pos I cukup lebar dengan
bebatuan yang mendasarinya. Sepanjang perjalanan akan menemui ladang
penduduk khas dataran tinggi yang ditanami Bawang, Kubis, Wortel, dan
Tembakau, juga dapat ditemui ternak kelinci yang kotorannya digunakan
sebagai pupuk. Rute menuju pos I cukup menanjak dengan waktu tempuh 2
jam.
Pos I merupakan sebuah dataran dengan sebuah balai sebagai tempat
peristirahatan. Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan
rumah penduduk. Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang
penduduk, kemudian masuk hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos II adalah 2
jam, dengan jalur yang terus menanjak curam.
Pos II merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa
didirikan hingga beberapa puluhan tenda. Pada hari Sabtu, Minggu dan
hari libur Pos II ini banyak digunakan oleh para remaja untuk berkemah.
Sehingga pada hari-hari tersebut banyak penduduk yang berdagang makanan.
Pada area ini terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa-pipa
besar yang ditampung pada sebuah bak.
Dari Pos II terdapat jalur buntu yang menuju ke sebuah sungai yang
dijadikan sumber air bagi masyarakat sekitar Wekas hingga desa-desa di
sekitarnya. Jalur ini mengikuti aliran pipa air menyusuri tepian jurang
yang mengarah ke aliran sungai di bawah kawah. Terdapat dua buah aliran
sungai yang sangat curam yang membentuk air terjun yang
bertingkat-tingkat, sehingga menjadi suatu pemandangan yang sangat luar
biasa dengan latar belakang kumpulan puncak - puncak Gn. Merbabu.
Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan persimpangan
jalur Kopeng yang berada di atas pos V (Watu Tulis), jalur Kopeng. Dari
persimpangan ini menuju pos Helipad hanya memerlukan waktu tempuh 15
menit. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat
terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan
Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri
menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak
Kenteng Songo ( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.
Jalur Kopeng Cunthel
Tim Skrekanek yang berjumlah lima orang (Maulana, Steve, Iwi, Ardy,
Sigit) pertengahan September 2004 melakukan pendakian Gunung Merbabu
berangkat melalui jalur Kopeng - Cunthel, dan turun mengambil jalur
Kopeng Thekelan.
Untuk menuju ke desa Cuntel dapat ditempuh dari kota Salatiga
menggunakan mini bus jurusan Salatiga Magelang turun di areal wisata
Kopeng, tepatnya di Bumi perkemahan Umbul Songo. Perjalanan dimulai
dengan berjalan kaki menyusuri Jalan setapak berbatu yang agak lebar
sejauh 2,5 km, di sebelah kiri adalah Bumi Perkemahan Umbul Songo.
Setelah melewati Umbul Songo berbelok ke arah kiri, di sebelah kiri
adalah hutan pinus setelah berjalan kira-kira 500 meter di sebelah kiri
ada jalan setapak ke arah hutan pinus, jalur ini menuju ke desa
Thekelan.
Untuk menuju ke Desa Cuntel berjalan terus mengikuti jalan berbatu
hingga ujung. Banyak tanda penunjuk arah baik di sekitar desa maupun di
jalur pendakian. Di Basecamp Desa Cuntel yang berada di tengah
perkampungan ini, pendaki dapat beristirahat dan mengisi persediaan air.
Pendaki juga dapat membeli berbagai barang-barang kenangan berupa
stiker maupun kaos.
Setelah meninggalkan perkampungan, perjalanan dilanjutkan dengan
melintasi perkebunan penduduk. Jalur sudah mulai menanjak mendaki
perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon pinus. Jalan setapak berupa tanah
kering yang berdebu terutama di musim kemarau, sehingga mengganggu mata
dan pernapasan. Untuk itu sebaiknya pendaki menggunakan masker
pelindung dan kacamata.
Setelah berjalan sekitar 30 menit dengan menyusuri bukit yang
berliku-liku pendaki akan sampai di pos Bayangan I. Di tempat ini
pendaki dapat berteduh dari sengatan matahari maupun air hujan. Dengan
melintasi jalur yang masih serupa yakni menyusuri jalan berdebu yang
diselingi dengan pohon-pohon pinus, sekitar 30 menit akan sampai di Pos
Bayangan II. Di pos ini juga terdapat banguanan beratap untuk
beristirahat.
Dari Pos I hingga pos Pemancar jalur mulai terbuka, di kiri kanan
jalur banyak ditumbuhi alang-alang. Sementara itu beberapa pohon pinus
masih tumbuh dalam jarak yang berjauhan.
Pos Pemancar atau sering juga di sebut gunung Watu Tulis berada di
ketinggian 2.896 mdpl. Di puncaknya terdapat stasiun pemancar relay. Di
Pos ini banyak terdapat batu-batu besar sehingga dapat digunakan untuk
berlindung dari angin kencang. Namun angin kencang kadang datang dari
bawah membawa debu-debu yang beterbangan. Pendakian di siang hari akan
terasa sangat panas. Dari lokasi ini pemandangan ke arah bawah sangat
indah, tampak di kejauhan Gn.Sumbing dan Gn.Sundoro, tampak Gn.Ungaran
di belakang Gn. Telomoyo.
Jalur selanjutnya berupa turunan menuju Pos Helipad, suasana dan
pemandangan di sekitar Pos Helipad ini sungguh sangat luar biasa. Di
sebelah kanan terbentang Gn. Kukusan yang di puncaknya berwarna putih
seperti muntahan belerang yang telah mengering. Di depan mata terbentang
kawah yang berwarna keputihan. Di sebelah kanan di dekat kawah terdapat
sebuah mata air, pendaki harus dapat membedakan antara air minum dan
air belerang.
Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal
serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan
Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak
Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo (
Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.
Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn.Merapi dengan
puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke
arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sundoro yang kelihatan sangat jelas dan
indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak
Gn.Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn.Lawu
dengan puncaknya yang memanjang.
TIPS MENDAKI BAGI PARA PEMULA
Gunung merupakan salah satu objek yang digemari para petualang alam sejak dahulu kala. Belakangan ini mendaki gunung menjadi sebuah olah raga yang banyak disukai terutama di kalangan remaja. Berikut adalah beberapa tips bagi pendaki baru yang ingin mendaki sebuah gunung :
1. Pengecekan Lokasi Gunung
Sebelum anda mulai melakukan pendakian ada baiknya ada mengecek dulu kondisi gunung seperti apa. Apakah siaga satu, ataukah layak didaki. Cek juga mengenai track yang akan anda daki. Informasi dapat anda terima melalui media yang ada. Namun kebanyakan pendaki memlih bertanya kepada pendaki lain yang lebih berpengalaman atau kepada pendaki-pendaki yang pernah melakukan mountaineering di gunung tersebut.
2. Olahraga Rutin Minimal Sebulan Sebelum Pendakian
Latihlah stamina anda dengan berolah raga satu bulan sebelum pendakian. Lari pagi, push up dan sit up secara rutin dapat menambah stamina anda selama di gunung.
3. Bawa Barang Yang Penting Saja
Bawalah barang-barang yang anda anggap penting saja. Tenda dan peralatan hiking merupakan barang yang wajib dibawa. Contoh, Boneka adalah salah satu barang yang kurang penting.
4. Pengecekan Peralatan
Ceklah alat-alat pendakian anda. Kekurangan peralatan ketika mendaki dapat berakibat fatal terutama mengingat kondisi cuaca di gunung dapat berubah-ubah
5. Berlakulah Sopan Ketika Anda Mendaki
Ingat! Ini adalah peraturan tidak tertulis yang dianut pendaki gunung manapun. Selalulah bersikap sopan dan tidak bertindak macam-macam ketika anda di gunung karena anda berada di wilayah lain.
Dan jangan lupa selalu berdoa untuk keselamatan ketika mendaki. Selamat Mencoba!
Selasa, 01 Mei 2012
Ekpedisi Gunung Arjuna
Nebula Indonesia... Jaya Nebula Indonesia... Jaya Nebula Indonesia.... Jaya!!!
Salam Lestari !!! Kata - kata inilah yang selalu menyemangati diri kami untuk terus memajukan kegiatan - kegiatan kami tentang alam maupun lingkungan. Baik itu menaiki suatu Gunung ataupun rafting disungai dan kegiatan- kegiatan lainnya. Semangat ini akan terus kami jaga hingga akhir kepengurusan kami. Salah satu kegiatan yang telah kami lakukan baru - baru ini adalah " EKSPEDISI GUNUNG ARJUNA" yang telah kami laksanakan tanggal 12 April 2012. Dengan peserta tim 4 orang yaitu Ucup, Kurnia, Satrio, dan Nugroho mereka telah mendaki Gunung Arjuna selama 5 hari dari tanggal 12 - 17 April 2012.
Dengan semangat dan persiapan yang matang para "TIM EKSPEDISI GUNUNG ARJUNA"mendaki dengan selamat sampai tujuan dan kembali juga selamat. Pendakian ini membawa pengalaman kami menjadi lebih banyak mengenal tentang kondisi salah satu Gunung yang berada di luar Jawa Tengah ini, yang tepatnya berada di Jawa Timur. Berikut ini foto - foto sewaktu perjalanan ekspedisi kami ....
![]() |
| Add caption |
Langganan:
Postingan (Atom)





















